JANGAN BATASI NIKMAT ALLAH

Sebagian orang menganggap bahwa nikmat cuma terbatas pada makanan, minuman dan harta saja. Sehingga ketika ada seseorang yang diberikan kelonggaran harta, maka dia mengatakan orang itu telah mendapatkan nikmat. Padahal hartanya telah menjadikan dia lupa kepada Allah Subhaanahu Wata’ala.

Namun ketika ada yang disempitkan hartanya, dia pun berkata orang tersebut tidak diberi nikmat padahal orang itu telah diberikan petunjuk kepada Al Quran dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Sebagian ulama Salaf mengatakan

‏من لم يعرف نعمة الله إلا في مطعمه و مشربه فقد قلَّ علمه و حضر عذابه

“Barangsiapa yang tidak mengenal nikmat Allah kecuali pada makanan dan minumannya, maka sungguh orang itu sedikit ilmunya dan telah datang adzabnya” (Risalatul Jam’i Bainash Shabri Wasy Syukri Fil Mushibah: 72 )

Nikmat Allah Subhaanahu Wata’ala tidak terbatas pada makanan, minuman, dan harta. Namun nikmat Allah sangatlah banyak.

Nikmat kesehatan, nikmat waktu yang luang, nikmat hidayah, nikmat Islam dan Iman, nikmat keluarga, nikmat anak, nikmat berkumpul dengan orang-orang sholeh, nikmat silaturahmi, dan lain sebagainya. Semua itu adalah nikmat yang harus disyukuri.

Barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menambah nikmat, dan barangsiapa yang mengingkari nikmat Allah, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mendatangkan azab bagi.

Allah ta’ala berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah), tatkala Rabbmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kalian bersyukur, maka Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7)

___________

Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah @madrosahsunnah

Leave A Comment

Laporan Donasi Madrosah Sunnah

Laporan Donasi Madrosah Sunah Oktober 2017