MENGUCAPKAN SYAHADATAIN DAN MENGAMALKAN KONSEKWENSINYA

Mengucapkan syahadatain merupakan gerbang masuk ke dalam Islam. Barangsiapa yang mengucapkannya maka haram darah, harta dan kehormatannya. Akan tetapi tidak sekedar mengucapkannya saja, akan tetapi harus mengamalkan konsekwensinya supaya kalimat tersebut bisa memberi manfaat kepada orang yang mengucapkannya dan menjadi sebab ia dimasukkan ke dalam surga.

Dari ‘Ubadah bin Ash-Shaamit -Radhiyallahu ‘anhu- bahwasanya Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ العَمَلِ

“Barangsiapa mempersaksikan bahwa tidak ada sembahan yang hak selain Allah -Ta’ala- saja, tiada sekutu baginya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan (mempersaksikan) bahwa ‘Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam serta ruh daripada-Nya, dan bersaksi pula bahwa surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka Allah -Ta’ala- pasti memasukkannya ke dalam surga berapa pun amal yang telah diperbuatnya”.[HR. Al-Bukhari (3435) dan Muslim (28)]

Makna mempersaksikan yaitu persaksian dengan hati dan lisan dengan mengerti maknanya dan mengamalkan apa yang menjadi konsekwensinya baik lahir maupun batin.

Oleh karenanya, barangsiapa yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengamalkan keharusannya maka ia berhak untuk dimasukkan ke dalam surga.

Sumber: [Mujibaatul Jannah fii Dhauis Sunnah karya Dr. Abdullah bin Ali Al-Ja’itsan  (hal. 9)]

____________

Ustadz Abu Dawud Ilham Al Atsary hafidzohulloh @madrosahsunnah

Leave A Comment

Laporan Donasi Madrosah Sunnah

Laporan Donasi Madrosah Sunah Oktober 2017