KEUTAMAAN TAUHID

Tauhid mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap diri seseorang. Oleh karena itu, Tauhid ini memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

1. Tauhid merupakan dakwah para rasul Allah Subhaanahu Wata’ala, sebagaimana firman-Nya:

ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا اللّٰه واجتنبوا الطغوت.

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) ‘Sembahlah Allah (semata), dan jauhilah thagut…(QS. An-Nahl [16] ayat 36)

Syeikh Shalih bin Fauzan hafizhahullah dalam Al-Mulakhkhash Syarh Kitab Tauhid, bahwa sesungguhnya hikmah pengutusan para rasul adalah untuk berdakwah menyeru kepada tauhid dan melarang dari kesyirikan. Dan sesungguhnya agama para nabi adalah satu, yaitu memurnikan peribadahan kepada Allah dan meninggalkan kesyirikan, meskipun syariat mereka berbeda-beda.

Maka ini menunjukkan bahwa semua rasul yang diutus oleh Allah membawa misi yang sama yaitu dakwah tauhid, seperti Nabi Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Musa, Isa sampai Nabi kita Muhammad alaihimussalatu wassalam.

2. Orang yang Mentauhidkan Allah Akan Medapatkan Petunjuk dan Keamanan

Hal ini sebagaimana firman Allah _Ta’ala_ dalam suarah Al-An’am ayat 82:

الذين ءامنوا ولم يلبسوا إيمنهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون.

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampurkan keimanannya dengan kezhaliman (kesyirikan), mereka itu akan mendapatkan rasa aman dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk (Al-An’am ayat 82).

Di dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa ketika ayat ini turun, maka para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, siapakah di antara kami yang tidak menzhalimi dirinya?, maka beliau bersabda: ‘Ayat itu bukanlah sebagaimana pekataan kalian, tapi yang diinginkan dengan tidak mencampuradukkan dzngan kezhaliman yaitu dengan kesyirikan. Tidakkah kalian mendengar ucapan orang yang shaleh yaitu Luqman kepada anaknya, ‘wahai anakku, janganlah engkau berbuat kesyirikan, karena kesyirikan itu adalah kezhaliman yang paling besar’. (Shahih al-Bukhari dari Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu).

Yang dimaksud dengan petunjuk yaitu petunjuk di dunia untuk mengetahui dan mengamalkan syariat Allah. Mendapat petunjuk dengan ilmu merupakan petunjuk tuntunan, sedangkan mendapat petunjuk untuk mengamalkan merupakan petunjuk taufik, dan mereka mendapatkan petunjuk di akhirat menuju surga. ( Al-Qaulul Mufiid ala Kitab Ar-Tauhiid, karya Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahulaah, h. 62)

3. Tauhid Merupakan Pendorong yang Paling Besar untuk Melakukan Ketaatan, karena seorang muwahhid akan beramal karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan untuk-Nya.

Dia mengetahui yang tersembunyi dan yang terang-terangan.

Ada pun selain muwahhid, seperti orang yang beramal karena riya, maka dia akan bersedekah, shalat, dan berdzikir kepada Allah apabila ada orang yang melihatnya.

Karena itu, sebagian as-salaf berkata: “aku ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan ketaatan yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah semata.” (Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, al-Qaulul Mufiid ‘alaa Kitaab at-Tauhiid, Juz I, h. 60).

__________

Ustadz Anshari, S. Th. I, MA hafidzohullah @madrosahsunnah

 

2 Comments

  1. Arief
    • Admin

Leave A Comment

Laporan Donasi Madrosah Sunnah

Laporan Donasi Madrosah Sunah Oktober 2017