BERSEDEKAH SEPERTIGA HARTA (02)

، قَالَ: فَقُلتُ: يَا رسولَ اللهِ، أُخلَّفُ بعدَ أصْحَابي؟ قَالَ: «إِنَّكَ لَنْ تُخَلَّفَ فَتَعملَ عَمَلاً تَبتَغي بِهِ وَجْهَ اللهِ إلا ازْدَدتَ بِهِ دَرَجةً ورِفعَةً، وَلَعلَّكَ أنْ تُخَلَّفَ حَتّى يَنتَفِعَ بِكَ أقْوَامٌ وَيُضَرَّ بِكَ آخرونَ. اللَّهُمَّ أَمْضِ لأصْحَابي هِجْرَتَهُمْ ولا تَرُدَّهُمْ عَلَى أعقَابهمْ، لكنِ البَائِسُ سَعدُ بْنُ خَوْلَةَ» . يَرْثي لَهُ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – أنْ ماتَ بمَكَّة. مُتَّفَقٌ عليهِ.

Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah aku akan segera berpisah dengan kawan-kawanku?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya engkau belum akan berpisah. Kamu masih akan menambah amal yang kamu niatkan untuk mencari ridha Allah, sehingga akan bertambah derajat dan keluhuranmu. Dan barangkali kamu akan segera meninggal setelah sebagian orang dapat mengambil manfaat darimu, sedangkan yang lain merasa dirugikan olehmu. Ya Allah, mudah-mudahan sahabat-sahabatku dapat melanjutkan hijrah mereka dan janganlah engkau mengembalikan mereka ke tempat mereka semula. Namun, yang kasihan (merugi) adalah Sa’ad bin Khaulah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyayangkan ia meninggal di Makkah.” [Muttafaqun ‘alaih]

Masih lanjutan hadits yang lalu, Saad bin Abi Waqqas -Rhadiyallahu anhu- khawatir dengan dirinya dan menyangka bahwa ajalnya sudah diambang pintu. Maka dengan wahyu dari Allah -Ta’ala-, Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memberitakan kepadanya bahwa ajalmu belumlah sampai. Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mendoakan kesembuhan untuknya lalu Allah -Ta’ala- menyembuhkannya. Bahkan menurut sejarah ia mendapatkan umur yang panjang (80 tahun). Ia meninggal tahun 54 H dan Ia memiliki banyak anak yaitu 17 orang putra dan 10 orang putri.

Para sahabat yang berhijrah dari Mekkah khawatir jika mereka meninggal di kota Mekkah. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berdoa agar para sahabat bisa mendapatkan pahala hijrah secara sempurna. Agar mereka yang berhijrah tidak diwafatkan di kota Mekkah, karena mereka telah meninggalkannya karena Allah -Ta’ala- dan mengharap pahala di sisi-Nya.

Hanya Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- menyayangkan akan perihal Sa’ad bin Khaulah -Rhadiyallahu anhu- yang ia sangat berhasrat untuk meninggal di kota Madinah, namun ia justru meninggal di kota Mekkah ketika haji wada’ dan dikuburkan di sana.

Demikianlah perkara ajal yang menjadi rahasia ilahi tak seorangpun yang mampu memprediksikannya.

FAEDAH HADITS

  1. Nampaknya tanda kenabian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tatkala mengabarkan sesuatu yang akan datang. Namun hal itu tentulah berdasarkan wahyu dari Allah -Subhana wa Ta’ala- .
  2. Khawatirnya para sahabat muhajirin jika meninggal di kota Mekkah disebabkan mereka telah berhijrah dari kota tersebut. Oleh karena itu, seseorang yang telah meninggalkan sesuatu karena Allah –Subhana Wa Ta’ala- maka tidak boleh ia kembali berada di situ. Sebagai contoh, orang yang telah berusaha meninggalkan rokok karena Allah, maka ia harus berusaha menjauhkan diri dari melakukannya dan tidak boleh ia kembali merokok. Wallahu a’lam bish showaab.

____________

Ustadz Abu Dawud Ilham Al Atsary hafidzohulloh @madrosahsunnah

Leave A Comment

Laporan Donasi Madrosah Sunnah

Laporan Donasi Madrosah Sunah Oktober 2017