MENGUCAPKAN KALIMAT TAUHID DAN BERUSAHA ISTIQOMAH DIATASNYA

Kalimat tauhid (لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ) merupakan kalimat yang sangat agung lagi mulia. Barangsiapa yang mengucapkannya dengan jujur lalu ia melaksanakan konsekwensinya dan terus istiqomah hingga kematian menjemputnya, maka Allah -Azza Wa Jalla- akan memasukkannya ke dalam surga bagaimana pun amalan dan dosanya.

Sebagaimana Abu Dzar -Rhadiyallahu anhu- menyebutkan bahwa Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، ثُمَّ مَاتَ عَلَى ذَلِكَ إِلَّا دَخَلَ الجَنَّةَ ” قُلْتُ: وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ؟ قَالَ: «وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ» قُلْتُ: وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ؟ قَالَ: «وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ» قُلْتُ: وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ؟ قَالَ: «وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ عَلَى رَغْمِ أَنْفِ أَبِي ذَرٍّ » قَالَ: فَخَرَجَ أَبُو ذَرٍّ وَهُوَ يَقُولُ: وَإِنْ رَغِمَ أَنْفُ أَبِي ذَرٍّ

“Tidaklah seorang hamba mengatakan, لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ‘Tidak ada sembahan (yang berhak disembah) selain Allah’, kemudian dia meninggal dengan berpegang teguh pada hal tersebut, melainkan dia pasti masuk surga.’ Aku (Abu Dzar) bertanya, ‘Walaupun dia berzina dan mencuri.’ Beliau menjawab: ‘Walaupun dia berzina dan mencuri.’ Aku bertanya, ‘Walaupun dia berzina dan mencuri.’ Beliau menjawab: ‘Walaupun dia berzina dan mencuri.’ Tiga kali. Kemudian pada kali keempatnya beliau berkata: ‘Meskipun Abu Dzar kurang setuju.’ Perawi berkata, “Abu Dzar pun keluar, sedangkan dia berkata, ‘Meskipun Abu Dzar kurang setuju. [HR. Al-Bukhari (5827) dan Muslim (154)]

Hadits ini menunjukkan betapa Maha Lembutnya dan Maha Penyayangnya Allah -Ta’ala- kepada hamba-hamba-Nya. Walaupun mereka berlumuran dengan dosa kemaksiatan dan pembangkangan kepada-Nya, akan tetapi tatkala mereka mengucapkan kalimat tauhid itu dengan jujur dan istiqomah di atasnya, maka mereka akan dimaafkan dan diselamatkan dari kerasnya adzab neraka.

Kalaupun mereka masuk ke dalam neraka, maka mereka tidak akan dikekalkan di dalamnya, disebabkan kalimat tauhid yang mereka ucapkan yang terjaga dalam dada-dada mereka dari jerat-jerat kesyirikan.

Hadits ini bukan pembenaran atas perbuatan zina, mencuri, minum khamr dan dosa lainnya. Sebab itu merupakan dosa yang tidak pantas dilakukan oleh seorang hamba di hadapan Allah -Ta’ala-. Akan tetapi hadits ini datang untuk memberi harapan dan motivasi bagi kita yang penuh dosa agar bersegera mengakhiri perbuatan dosa lalu bertaubat kepada Allah -Azza Wa Jalla-. Sebab dengan taubat nashuha, semua dosa akan diampuni dan digugurkan.

Allah -Subhana wa Ta’ala- berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- juga bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” [HR. Tirmidzi (no. 3540). Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih]

Sumber: [Mujibaatul Jannah fii Dhauis Sunnah karya Dr. Abdullah bin Ali Al-Ja’itsan  (hal. 9)]

____________

Ustadz Abu Dawud Ilham Al Atsary hafidzohulloh @madrosahsunnah

Leave A Comment

Laporan Donasi Madrosah Sunnah

Laporan Donasi Madrosah Sunah Oktober 2017