BERIMAN DAN ISTIQOMAH DI ATAS KETAATAN DAN MENJAUHI MAKSIAT

Iman merupakan sesuatu yang sangat penting keberadaannya bagi setiap hamba.

Sebab iman merupakan salah satu dari tiga syarat agar manusia tidak merugi hidupnya.

Dengan bimbingan kitabullah dan sunnah Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- maka pohon keimanan akan tumbuh baik dan subur di dalam dada, yang akarnya menancap kuat  ke dasar hati dan dahannya menjulang tinggi ke langit-langit jiwa. Sehingga tidaklah mengherankan jika para ulama salaf memusatkan dan mengutamakan dakwah mereka pada pembahasan iman.

Barangsiapa yang menjaga keimanannya dan mewujudkannya dengan amal sholeh berupa menjalankan perintah dan menjauhi larangan, maka Allah -Azza Wa Jalla- menjanjikan surga untuknya. Allah -Subhanahu Wa Ta’ala- berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا,خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَل

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya”. (QS. Al-Kahfi: 107-108)

Allah -Subhanahu Wa Ta’ala- juga berfirman,

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Baqarah: 82)

Akan tetapi iman bukan hanya sekedar pengakuan, namun harus dibarengi oleh ketundukan dan kepatuhan. Sebab barangsiapa yang kosong dari hal tersebut, maka hal itu tidak bisa disebut keimanan.

Sebagaimana keadaan orang-orang musyrik Quraiys dahulu yang beriman kepada Allah -Ta’ala- namun tidak mau tunduk dan patuh kepada Allah -Ta’ala- dan Rasul-Nya.

Jadi siapa saja yang mengaku beriman kepada Allah -Ta’ala-, maka wajib baginya untuk beriman dan patuh kepada setiap petunjuk Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Sebab mentaati Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sama saja mentaati Allah -Ta’ala-.

Bahkan Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjamin bagi siapa saja dari umatnya, yang mau mentaatinya akan masuk ke dalam surga. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: «مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ? Beliau bersabda, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan masuk surga ” [HR. Al-Bukhari (7280)]

Oleh karenanya, barangsiapa yang beriman dan tetap mempertahankan keimanannya (istiqomah) hingga ajal menjemput maka mereka akan mendapatkan kabar gembira berupa surga yang penuh kenikmatan. Allah -Azza Wa Jalla- berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushshilat: 30)

Sumber: [Mujibaatul Jannah fii Dhauis Sunnah karya Dr. Abdullah bin Ali Al-Ja’itsan  (hal. 10 – 11)]

_________________________________

Ustadz Abu Dawud Ilham Al Atsary hafizhahullah

(Pengasuh Buletin Madrosah Sunnah Makassar)

Leave A Comment

Laporan Donasi Madrosah Sunnah

Laporan Donasi Madrosah Sunah Oktober 2017