
Memohon Ilmu Yang Bermanfaat, Rezeki Yang Baik Dan Amalan Yang Di Terima
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ يُسَلِّمُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Dari Ummu Salamah berkata, “Ketika salam dalam shalat subuh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan; “ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA ILMAN NAAFI’AN WA RIZQAN THAYYIBAN WA ‘AMALAN MUTAQABBALAN (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima). ” [HR. Ibnu Majah no.915].
Berkata Asy-Syeikh DR. Abdurrozzaq Al-Badr hafidzahullah :
“Perhatikanlah, bagaimana Nabi sallalahu alaihi wasallam memulai waktu pagi beliau dengan doa memohon kepada Allah ilmu yang bermanfaat sebelum memohon rezeki yang baik dan amalan yang diterima. Hal ini mengisyaratkan bahwa ilmu yang bermanfaat didahulukan dan dengannya dimulai sesuatu. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Maka ilmuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak untuk diibadahi selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. [QS. Muhammad :19].
Allah memulai dengan ilmu sebelum ucapan dan perbuatan. Dan hikmah yang nampak, yang tidaklah tersembunyi bagi siapapun yang mencermati dari didahulukannya ilmu yang bermanfaat, karena dengan ilmu yang bermanfaat, seseorang mampu membedakan antara amalan sholeh dan yang bukan amalan sholeh, antara rezeki yang baik dan yang tidak baik.
Dan barangsiapa yang tidak memiliki ilmu tentang hal itu, niscaya akan urusannya akan tercampur aduk, bisa jadi ia melakukan amalan yang dianggapnya sholih dan bermanfaat, namun ternyata tidak demikian. Dan bisa jadi ia mencari rezeki dan harta yang dianggapnya baik dan bermanfaat, padahal hakikatnya buruk dan merusak.
sehingga tidak ada jalan bagi seseorang untuk membedakan antara yang bermanfaat dan yang merusak, antara yang baik dan yang buruk, kecuali dengan ilmu yang bermanfaat”.
__________________________________
Ustadz Hilal Abu Naufal Al Makassary Hafizhahullah
(Pengasuh Pondok Pesantren Darul Furqon Palopo)

