
Karakteristik Untuk Meraih Kebaikan
Muhammad bin Ka’ab Al-Qordhi- rahimahullah menuturkan :
«إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا ، جَعَلَ فِيهِ ثَلاَثَ خِصَالٍ : فِقْهًا فِي الدِّينِ ، وَزَهَادَةً فِي الدُّنْيَا ، وَبَصَرًا بِعُيُوبِهِ».
“Tatkala Allah menginginkan kebaikan atas seorang hamba, niscaya dijadikan untuknya 3 karakter :
1. Faqih dalam agama
2. Zuhud terhadap dunia
3. Memperhatikan aib-aibnya”. [1]
Fadhilatus syeikh DR. Abdurrozzaq Al-Badr-hafidzahullah-menjelaskan :
أما الفقه في الدين فهو باب الخير ومدخله، وأما الزهادة في الدنيا ففيها السلامة من القواطع عن الخير والشواغل عن تحصيله، وأما التبصر بعيوب النفس فبوابة التوبة وسبيل الأوبة إلى طريق الخير.
“Adapun faqih didalam agama, adalah pintu sekaligus jalan masuk menuju kebaikan,
Adapun zuhud di kehidupan dunia, padanya ada keselamatan dari terputus dan tersibukkan dari kebaikan dan meraih kebaikan tersebut,
Adapun memperhatikan aib-aib diri sendiri, akan mengantarkan kepada pintu taubat, dan sarana untuk kembali kejalan kebaikan.”[2].
Sumber :
[1] Adz-Zuhd, Karya Ibnu Mubarak-rahimahullah-hal.282.
[2] http://al-badr.net/muqolat/4540
________________
Ustadz Hilal Abu Naufal Al Makassary Hafizhahullah
(Pengasuh Pondok Pesantren Darul Furqon Palopo)

