Nadzar Dan Dalilnya

Nadzar Dan Dalilnya

Nadzar adalah perbuatan seorang yang mewajibkan pada dirinya suatu amalan, dimana di dalam syariat amalan tersebut hukum asalnya tidak wajib. Tapi menjadi wajib karena dinadzarkan.

Seperti orang yang bernadzar untuk berpuasa atau bernadzar untuk bersedekah yang hukum asalnya tidak wajib. Jika ada orang mengatakan: “saya bernadzar akan puasa Kamis, pekan depan”. Hukum asal puasa Kamis adalah sunnah namun ketika dinadzarkan, maka menjadi wajib.

Demikian pula orang yang mengatakan: “saya bernadzar untuk bersedekah ketika saya kembali dari kota Mekah”. Bersedekah hukumnya sunnah. Namun ketika dijadikan sebagai amalan dalam nadzar, maka hukumnya menjadi wajib. Sehingga dia wajib menunaikan nadzar tersebut. Ini ditunjukkan oleh firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا

“Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana” (Surah al Insan: 7)

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلَا يَعْصِه

“Barangsiapa yang bernadzar untuk mentaati Allah, maka hendaklah ia mentaati Allah dan barangsiapa yang bernadzar untuk durhaka kepada Allah, maka janganlah ia melakukannya” (Riwayat Bukhari dari Aisyah)

Ayat dan hadits ini menunjukkan bahwa menunaikan nadzar pada perkara ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala hukumnya wajib. Namun jika perkara tersebut adalah berkaitan dengan perkara yang dilarang oleh Allah, maka tidak boleh ditunaikan.

Nadzar ini adalah salah satu jenis ibadah. Sehingga tidak boleh seorang bernadzar kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nadzar hanya diberikan dan dilakukan untuk Allah subhanahu wa ta’ala. Siapa yang bernazar kepada selain Allah, kepada patung, berhala, sungai, laut, batu, dan lain sebagainya, maka orang tersebut telah melakukan kesyirikan menduakan Allah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلَا يَعْصِه

“Barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada Allah, maka janganlah ia lakukan”. (Riwayat Bukhari dari Aisyah)

Sumber: Syarh al Ushul Ats Tsalatsah karya Syeikh al Fauzan dangan tambahan keterangan dari Ustadz Abu Ubaidillah al Atsariy hafidzahullah

________________

Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
(Pembina Madrosah Sunnah Makassar)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )