
Puasa Bukan Hanya Menahan Diri Dari Makan & Minum
Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu berkata:
إذَا صُمۡتَ فَلۡيَصُمۡ سَمۡعُكَ وَبَصَرُكَ وَلِسَانُكَ عَنِ الۡكَذِبِ وَالۡمَحَارِمِ, وَدَعۡ عَنۡكَ أَذَی الۡجَارِ, وَلۡيَكُنۡ عَلَيۡكَ وَقَارٌ وَسَكِيۡنَۃٌ, وَلاَ يَكُنۡ يَوۡمُ صَوۡمِكَ وَيَوۡمُ فِطۡرِكَ سَوَاءً
Artinya:
“Jika engkau berpuasa, maka puasakan pula pendengaranmu, penglihatanmu, dan lisanmu dari perkataan dusta dan hal-hal yang haram. Hendaklah kamu tenang dalam menjalankan puasa, dan jangan sampai hari puasamu dengan hari berbukamu sama saja”.
Orang yang berpuasa tidak hanya tidak hanya menjaga sesuatu yang akan masuk ke mulut, seperti makan dan minum. Akan tetapi, orang yang berpuasa juga harus menjaga sesuatu yang akan keluar dari mulutnya (lisannya), seperti perkataan dusta, ghibah (menceritakan kejelekan orang lain), namimah (mengadu domba).
Wallahu a’lam
Ustadz Anshari, S. Th. I, MA Hafizhahullah
(Pembina Pusat Dakwah dan Kajian Sunnah Gowa)

