
10 Poin Penting Sebelum Perayaan Nuzulul Quran Di Tanah Air Yang Kucinta (Bag. Kedua – Terakhir)
8. Amalan Shalih yang paling dianjurkan untuk diperbanyak ketika lailatul Qadr.
Seluruh amalan Shalih sangat dianjurkan untuk mengisi malam tersebut namun ada sebagian Ulama menekankan dengan shalat, dan ada juga dengan baca Al Qur’an dan ada juga dengan dzikir dan seterusnya, dari perbedaan-perbedaan yang bisa dikompromikan.
Diantaranya do’a yang diajarkan Nabi ﷺ kepada Âisyah radhiallāhu ànhā:
” اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني “
[Allāhummā innaka àfuwun tuhibbul àfwa fa’fu ànniy]
“Ya Allāh! Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai kemaafan maka maafkanlah aku”. (Riwayat Ahmad, Tirmidziy, An-Nasaiy dan Ibnu Majah, lihat Ash-Shahihah: 3337)
Nabi ﷺ bersabda, “Barang siapa yang menghidupkan lailatul Qadr dengan dasar iman dan ihtisab maka akan diampuni dosanya yang telah lalu” (Riwayat Bukhari & Muslim)
9. Tujuan utama Qur’an diturunkan.
Allah ta’ala berfirman:
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
“Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” (Surah Shad: 29)
10. Bagaimana Perisitiwa Turunnya Al Qur’an?
Pernah suatu saat, Àthiyyah bin Al-Aswad rahimahullāh berkata kepada Ibnu Âbbās radhiallāhu ànhumā, “Ada kebimbangan di hatiku, tentang ayat yang Allah berfirman padanya:
﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزلَ فِيهِ الْقُرْآنُ﴾
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an”.
Dan firman-Nya yang lain:
﴿إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ﴾
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi.” (Surah Ad-Dukhan: 3)
Serta, firman-Nya yang lain:
﴿إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ﴾
“Malam Al-Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan.” (Surah Al-Qadr: 3)
Bukankah, Al Qur’an juga diturunkan di bulan Syawwāl, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram, Shafar, Bulan Rabi’?
Maka, Ibnu Àbbās radhiallāhu ànhumā menjawab:
“Al Qur’an itu diturunkan di bulan Ramadhan, pada saat lailatul Qadr, malam penuh keberkahan dengan sekaligus keseluruhan, kemudian diturunkan di atas beredarnya bintang-bintang dengan berangsur-angsur, sepanjang bulan-bulan dan hari-hari”.⁶
Dan beliau juga berkata:
أَنْزَلَ اللَّهُ الْقُرْآنَ جُمْلَةً وَاحِدَةً مِنَ اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ إِلَى بَيْتِ العِزّة مِنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا، ثُمَّ نَزَلَ مُفَصَّلًا بِحَسْبِ الْوَقَائِعِ فِي ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ سَنَةً على رسول الله صلى الله عليه وسلم
“Allāh menurunkan Al-Qur’an dengan sekaligus satu kali dari Lauhul Mahfudz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia, kemudian turun berangsur-angsur sesuai peristiwa selama 23 tahun kepada Rasulullah ﷺ”. (Tafsir QS. Al Qadr)
Demikianlah risalah ringkas ini, semoga Allah senantiasa memberi taufik dan hidayah serta istiqamah kepada kita semuanya.
_____
¹Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al Baqarah: 185.
²Ash-Shiyām Fil Islām Fi Dhau’il Kitab was Sunnah, hal. 423-425.
³Syarh Sunan Abi Daud oleh Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Badr hafidhzahullah.
⁴Dha’if Abi Daud.
⁵Al-Majmu’: 6/449.
⁶Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hātim dan Ibnu Mardawaih, dan ini adalah lafadzh dari riwayat beliau, lihat tafsir Ibnu Katsir: QS. Al Baqarah: 185.
Ustadz Hudzaifah Bin Muhammad Hafizhahullah
(Alumni Darul Hadits Yaman)

