
Tentang Tauhid
Tauhid secara bahasa berasal dari kata wahhada – yuwahhidu yang artinya menjadikan sesuatu menjadi satu.
Ada pun secara istilah, tauhid adalah menunggalkan (mengesakan) Allah dalam beribadah dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya. (Syeikh Shalih Fauzan, syarah al-Aqidah at-Tahawiyah, h. 24)
Tauhid terbagi tiga dan ini merupakan kesepakatan para ulama ahlussunnah wal jama’ah, yaitu:
Pertama: Tauhid Rububiyah yaitu menunggalkan Allah Subhanahu Wata’ala dalam dalam hal perbuatan-Nya, seperti mencipta, memberi rezki, menghidupkan, mematikan, mengatur segala sesuatu.
Kedua: Tauhid Uluhiyah adalah menunggalkan Allah Subhanahu Wata’ala dalam beribadah kepada-Nya, dengan penuh kecintaan, takut, mengharap, mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Ketiga: Tauhid Asma’ wa Sifaat adalah mentauhidkan Allah dalam hal nama-nama dan sifat-sifat Allah, dengan menetapkan apa yang ditetapkan oleh Allah untuk diri-Nya atau yang ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari nama-nama dan sifat-sifat Allah, dan mensucikan dari apa-apa yang disucikan untuk diri-Nya dan rasul-Nya dari segala bentuk aib dan kekurangan. (Syeikh Shalih Fauzan, Syarah Aqidah at-Thahawiyah, h. 26-27).
wallahu a’lam
____________
Ustadz Anshari, S. Th. I, MA hafidzohullah @madrosahsunnah

