Berkata Yang Baik Atau Diam

Berkata Yang Baik Atau Diam

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :

Dari Abu Hurairah رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ , sesungguhnya Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ و آلِهِ وَ سَلَّمَ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam,

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Pelajaran :

1. Iman terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari.

2. Islam menyerukan kepada sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dikalangan individu masyarakat muslim.

3. Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan yang baik dan diam dari selainnya.

4. Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat menyebabkan kehancuran, sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan.

5. Islam sangat menjaga agar seorang muslim berbicara apa yang bermanfaat dan mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi.

6. Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan, karena hal tersebut dapat menyeret kepada perbuatan yang diharamkan atau makruh.

(Petikan Faedah Arba’in An-Nawawi Hadits Ke 15)

________________

Ustadz Musaddad Al-Kutawy Hafizhahullah
(Pembina Kajian Ahlussunah Masjid Arrahmah Mamuju Tengah)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )