Pembatal-Pembatal Mengusap Khuf

Pembatal-Pembatal Mengusap Khuf

Bolehnya mengusap khuf menjadi batal apabila ditemukan salah satu dari tiga hal berikut ini, yaitu:

– Berakhirnya waktu yang dibolehkan. Kebolehan mengusap khuf terkait dengan waktu tertentu yang sudah dimaklumi. Maka tidak boleh melebihi waktu tersebut. (Sehari semalam bagi yang muqim dan tiga hari tiga malam bagi musafir).

– Junub Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh imam at-Tirmzi dan an-Nasa’i dari sahabat Shafwan radhiallahu anhu, beliau berkata:

كان رسول اللّٰه صلى اللّٰه عليه وسلم يأمرنا إذا كنا سفرا الا ننزع خفافنا ثلاثة أيام ولياليهن إلا من جنابة لكن من غائط وبول ونوم.

Artinya:

Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintah kami, apabila kami safar agar tidak melepaskan khuf-khuf kami selama tiga hari tiga malam, kecuali karena janabat, namun jika buang air besar, air kecil dan tidur (tidak perlu dilepas).

-Dilepasnya kedua khuf dari kaki dalam keadaan berhadats. Karena jika ia melepaskannya kemudian ia memakainya kembali, berarti ia tidak  memasukkan kedua kakinya dalam keadaan suci. (Al-Wajiiz fi Fiqh As-Sunnah wa Al-Kitaab Al-Aziiz, Syeikh Abdul Azhim bin Badawi, h. 63).

wallahu a’lam

________________

Ustadz Anshari, S. Th. I, MA hafizhahullah
(Pembina Pusat Dakwah dan Kajian Sunnah Gowa)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )