
Hakikat Ilmu Yang Merupakan Kunci Kebaikan
Saudaraku sekalian.! kenalkah kita dengan hadits ini.? apakah jujur kita meyakini dan berusaha untuk mewujudkannya.? perbuatan dan kesungguhan sebagai buktinya.
Nabi shollallahu’alaihi wa sallam bersabda :
ﻣﻦ ﻳﺮﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ ﺧﻴﺮﺍ ﻳﻔﻘﻬﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ
“Siapa saja yang Allah inginkan padanya kebaikan, maka Allah akan pahamkan dia dalam Agama”. (Riwayat Bukhari & Muslim dari sahabat Mu’awiyah bin Abi sufyan radhiyallahu ‘anhu)
Faidah :
- Hadits ini memiliki pemahaman kebalikan, siapa yang Allah tidak inginkan padanya kebaikan maka tidak akan di pahamkan dalam agama.
- “SIAPA” disini mencakup umum laki-laki, wanita, tua, muda, dari suku dan keturunan apapun juga.
- “KEBAIKAN” mencakup umum, besar atau kecil, dunia atau pun akhirat, berhubungan kepada Allah atau pun kepada makhluk.
- Ilmu adalah kunci segala kebaikan,
Berkata Syaikh Muqbil rahimahullah :
ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺭﺃﺱ ﻣﺎﻟﻨﺎ
Ilmu adalah pokok harta kita.
ILMU adalah Ruh kehidupan, orang yang tidak berilmu hakikatnya dia mati, Ilmu juga cahaya sebagai penerang kehidupan sehingga terang jalan yang dia tempuh, juga sebagai sulthon sehingga akan memimpin jiwanya.
Renungan :
Perhatikan diri-diri kita jujurkah kita dengannya.? benarkah kita sudah berilmu.? Jangan sampai kita merasa memiliki ilmu namun kita tidak sepenuhnya memahami hakikatnya karena ILMU adalah :
“PENGETAHUAN TERHADAP SESUATU SESUAI DENGAN HAKIKATNYA DENGAN PENGETAHUAN YANG PASTI”
Kalau masih setengah-setengah, belum di katakan kita berilmu dengan pasti.
Perhatikan wudhu kita, sudahkah kita ilmui apa rukunnya, wajibnya dan sunnah-sunnahNya dengan ilmu yang pasti dengan dalil-dalil.? bagaimana dengan Aqidah kita kepada Allah…., sholat yang selalu kita kerjakan.? dan dari kewajiban-kewajiban kita Allah dan terhadap makhluk.? Renungi diri dan minta pertolongan kepada Allah, tanyakan dan jujur pada diri apakah setiap amalan yang kita lakukan telah kita ketahui dengan baik ilmunya dan membuat kita takut kepada Allah.?
Kata Imam Ahmad Bin Hanbal :
“Bukanlah ilmu dengan banyaknya riwayat (menyampaikan), akan tetapi ilmu adalah takut kepada Allah”.
Dan Allah berfirman :
“Hanyalah yang takut kepada Allah dari hamba-hambanyaNya, adalah orang-orang yang BERILMU. (QS. Fathir : 28)
Nas’alullaha ilman naafian wa amalan mutaqobbalan. aamiin. Baarokallahu fiikum
________________
Ustadz Musaddad Al-Kutawy Hafizhahullah
(Pembina Kajian Ahlussunah Masjid Arrahmah Mamuju Tengah)

