
Sudah Benarkah Tawakkalmu ?
Tawakkal [ اَلتَّوَكُّلُ ]adalah menyandarkan diri dan urusan kepada Allah subhanahu wata’ala. Tawakkal adalah salah satu jenis ibadah kepada Allah dan tidak boleh diberikan kepada selain Allah. Seseorang tidak boleh menyerahkan urusan dan nasibnya kepada jimat-jimat, senjata, keris, cincin akik, batu, jin-jin, dan lain-lain. Allah subhanahu wata’ala berfirman,
وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” [Surah Al Maidah: 23]
Disebutkan dalam kitab tafsir as Sa’di bahwa bertawakkal kepada Allah akan meringankan masalah dan mendatangkan pertolongan dari para musuh. Ini menunjukkan bahwa tawakkal adalah perkara yang wajib. Tawakkal ini akan berbanding lurus dengan keimanan seorang hamba. Semakin beriman seseorang, maka akan semakin tinggi tawakkalnya kepada Allah. Sehingga ia tidak khawatir dengan ejekan-ejekan orang dan celaan mereka.
Seorang mukmin akan terus bertawakkal hanya kepada Allah dan siapa yang tidak bertawakkal hanya kepada Allah, maka ia bukan seorang mukmin hakiki. Karena tawakkal ini adalah perkara ibadah, hingga seseorag tidak boleh bertawakkal, berserah diri, dan menyerahkan hasil dari urusannya kepada selain Allah. Seperti ada yang mengatakan: “Saya bertawakkal dan serahkan nasibku kepada si fulan” atau menyerahkan keselamatannya kepada selain Allah baik ketika dalam bahaya ataupun tidak. Karena itu adalah tawakkal dan tawakkal tidak boleh diberikan kecuali hanya kepada Allah.
Adapun jika seseorang mewakilkan urusan dan pekerjaan kepada orang lain, maka ini tidak disebut tawakkal tapi mewakilkan pekerjaan. Dan ini boleh. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyerahkan sebagian urusan pekerjaan beliau kepada para sahabat. Karena itu masih dalam perkara yang seorang manusia mampu melakukannya. Namun tidak boleh menyerahkan urusan yang hanya Allah yang mampu melakukannya. Seperti menyerahkan keselamatan, minta terhindar dari kejelekan, dan lain-lain.
________________
Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
(Pembina Madrosah Sunnah Makassar)

