Shalat Sunnah (Tathawwu’)

Shalat Sunnah (Tathawwu’)

Tathawwu’ secara bahasa adalah amal ketaatan. Secara istilah tathawwu’ adalah bentuk ketaatan yang hukumnya tidak wajib.

Hal ini berdasarkan jawaban Nabi shallallahu alaihi wasallam ketika beliau ditanya tentang Islam, maka beliau menjawab dengan bebrapa perkara di antaranya:

خَمۡسُ صَلَواتٍ فِي الۡيَوۡمِ وَالَّليۡلَۃِ.

Shalat lima kali dalam sehari semalam.

Maka penanya berkata:

هَلۡ عَلَيَّ غَيۡرُهَا؟

Apakah ada selain itu ?

Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab:

لاَ, إلاَّ أَنۡ تَطَوُّعٌ

Tidak, kecuali tathawwu’ (sunnah).

KEUTAMAAN SHALAT SUNNAH

Shalat sunnah memiliki keutamaan yang besar, di antaranya:

1. Shalat Merupakan Sebaik-Baik Perbuatan

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

اِسۡتَقِيۡنُوا وَلَنۡ تُحۡصُوا وَاعۡلَمُوا أنَّ خَيۡرَ أعۡمَالِكُمۡ الصَّلَاۃُ.

“Istiqamahlah kalian dan sungguh kalian tidak akan sanggup menghitung (pahala di sisi Allah), ketahuilah bahwa sebaik-baik amalan kalian adalah shalat”. (Riwayat Ibnu Majah).

2. Tingginya Derajat di Surga Karena Banyak Melakukan Shalat Sunnah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

عَلَيۡكَ بِكَثۡرَۃِ السُّجُوۡدِ, فَإنَّكَ لَا تَسۡجُدُو لِلٰهِ سَجۡدَۃً إلاَّ رَفَعَكَ للهُ بِهِا دَرَجَۃً.

“Hendaknya engkau banyak bersujud, karena tidaklah engkau sujud dengan satu kali sujud karena Allah, kecuali Allah akan mengangkatmu satu derajat”. (Riwayat Muslim).

3. Menutupi Kekurangan Shalat Fardhu.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, sebagaimana dalam hadis Abu Hurairah radhiallahu anhu:

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا 1انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا.

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (Riwayat Tirmidzi).

(Diringkas dari Kitab Shahih Fiqhussunnah)

________________

Ustadz Anshari, S. Th. I, MA hafizhahullah
(Pembina Pusat Dakwah dan Kajian Sunnah Gowa)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )