
Ayah Melihat Aurat Putrinya
Pertanyaan:
“Saya menemani kedua putriku yang berusia 5 dan 7 tahun dikamar mandi, tujuannya untuk membantu membersihkan rambut mereka. Apakah saya berdosa jika melihat aurat mereka ?
Jawaban :
“Hal itu tidak mengapa. Sepanjang mereka belum berusia 7 (tujuh) tahun, maka itu belum dianggap aurat, dan tidak ada perbedaan antara putra maupun putri, membersihkan dan membantu mereka membersihkan diri, hal itu tidak mengapa.
Adapun jika telah mencapai usia 7 (tujuh) tahun, maka tidak dibolehkan, tutupilah aurat mereka, tidak menyentuhnya (auratnya) kecuali ada kebutuhan untuk itu, ibunya boleh menyentuh (auratnya) dengan maksud untuk membersihkannya, demikian pula pembantu wanita boleh menyentuh auratnya, hal itu tidak mengapa, jika memang si anak tidak tahu cara membersihkan dirinya”.
السؤال:
أدخل مع بناتي الصغار خمس سنوات وسبع سنوات الحمام؛ وذلك لمساعدتهن في تنظيف شعورهن، فهل إذا رأيت عورتهن هل عليَّ شيء؟
الجواب:
لا حرج في ذلك، ما دام دون السبع فلا عورة لهم، الصبي والصبية، وتنظيفهم ومساعدتهم على النظافة، كل هذا لا بأس به،
أما إذا بلغا سبعاً فلا، تستر عورته، تستر عورته ولا تمس إلا للحاجة، تمسها أمه لأجل تنظيفه، أو تمسها الخادمة للتنظيف، فلا بأس،
إذا كان ما يعرف ينظف نفسه.
(Asy-Syeikh, Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, Sumber Fatwa : http://www.binbaz.org.sa/node/18215 Atau rekaman audio : http://www.binbaz.org.sa/audio/noor/018911.mp3)
________________
Ustadz Hilal Abu Naufal Al Makassary Hafizhahullah
(Pengasuh Pondok Pesantren Darul Furqon Palopo)

