Etika Syar’i Dalam Menyambut Bulan Ramadhan (Bag. Kedua)

Etika Syar’i Dalam Menyambut Bulan Ramadhan (Bag. Kedua)

3. Memperbaiki Diri Sebelum Masuknya Ramadhan

Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan, bahwa Amru bin Qois -rahimahumallah- menuturkan :

“طوبى لمن أصلح نفسه قبل رمضان

“Sungguh beruntung bagi siapa yang memperbaiki dirinya sebelum masuk Ramadhan”. [Lathoif Al-Ma’arif, hal 138].

Diantara bentuk memperbaiki diri adalah bertaubat dan memohon ampun atas dosa yang telah diperbuat.

Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah- menjelaskan :

“Dan disyariatkan bagi seorang muslim untuk menyambut bulan yang mulia ini dengan taubat yang tulus dan mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah puasa & qiyamul lail dengan niat yang benar serta tekad yang jujur.” [Majmu Fatawa wa Maqolatun Mutanawwiah : 15/10].

Prof DR Abdurrozzaq Al-Badr -hafizahullah- menuturkan :

“Termasuk perkara yang urgen, adalah menyambut ramadhan nan mubarak dengan taubatan nasuhah dari berbagai dosa dan kekeliruan. Karena kita semua banyak melakukan dosa, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallalahu alaihi wasallam :

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Semua anak cucu Adam pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang segera bertaubat.” [Riwayat At Tirmidzi no 2423, Ibnu Majah no 4241, dan dihasankan oleh Syeikh Al-Bani -rahimahullah-]

Sehingga manusia, pastilah pernah melakukan dosa dan juga kekurangan dalam melakukan kebaikan, namun yang terbaik bagi yang telah melakukan dosa adalah bertaubat, dan bulan ramadhan merupakan momen yang agung untuk bertaubat kepada Alloh Azza wa Jalla”. [Wa Jaa Syahr Ramadhan, hal 18-19].

Termasuk bagian dari memperbaiki diri sebelum ramadhan, adalah membekali diri dengan ilmu syar’i (agama) khususnya ilmu terkait ibadah yang akan dikerjakan dibulan tersebut, sehingga seseorang beramal di bulan ramadhan berdasarkan tuntunan syariat dan tidak mengada-ada didalam agama.

Imam Abu Abdillah Al-Bukhori -rahimahullah- menyebutkan satu bab dalam kitab shohihnya, yakni “Bab Al-Ilmi Qobla Al-Qouli wal Amal” (Bab Tentang Diprioritaskannya Ilmu Sebelum Berucap & Beramal), yang mana hal tersebut merupakan kesimpulan beliau akan firman Allah Ta’ala :

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ…

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak untuk diibadahi selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu…[Surah Muhammad 19]

Umar bin Abdil Aziz -rahimahullah- menuturkan :

“من عمل على غير علم كان ما يفسد أكثر مما يصلح”

“Barangsiapa yang beramal tanpa berdasarkan ilmu, maka itu lebih banyak merusak dibanding memperbaiki.” [Jami’ Bayan Ilmi wa Fadhlihi : 1/131, Al-Faqih wal Mutafaqqih : 1/19]

Al Hasan Al Bashri -rahimahullah- bertutur :

العَامِلُ عَلَى غَيْرِ عِلْمٍ كَالسَّالِكِ عَلَى غَيْرِ طَرِيْقٍ وَالعَامِلُ عَلَى غَيْرِ عِلْمٍ مَا يُفْسِدُ اَكْثَرُ مِمَّا يُصْلِحُ فَاطْلُبُوْا العِلْمَ طَلَبًا لاَ تَضُرُّوْا بِالعِبَادَةِ وَاطْلُبُوْا العِبَادَةَ طَلَبًا لاَ تَضُرُّوْا بِالعِلْمِ فَإِنَّ قَومًا طَلَبُوْا العِبَادَةَ وَتَرَكُوْا العِلْمَ

“Orang yang beramal tanpa ilmu seperti orang yang berjalan bukan pada jalan yang sebenarnya. Orang yang beramal tanpa ilmu hanya membuat banyak kerusakan dibanding mendatangkan kebaikan.

Hendaklah kalian menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, namun jangan sampai meninggalkan ibadah. Gemarlah pula beribadah, namun jangan sampai meninggalkan ilmu. Karena ada segolongan orang yang rajin ibadah, namun mereka meninggalkan belajar.” [Miftah Daris Sa’adah : 1/300].

Banyaknya kekeliruan yang kerap dilakukan oleh sebahagian dari kaum muslimin -khususnya dibulan ramadhan- penyebab utamanya adalah minimnya pengetahuan akan hukum² terkait puasa, amalan sunnah dikala sedang berpuasa, sholat tarawih, I’tikaf, lailatul qadr, zakat fitri, hingga sholat hari raya. -Allohu Musta’an-

Oleh karena itu, hendaknya kita berusaha memperbaiki diri² kita, baik dengan bertaubat yang jujur kemudian berilmu sebelum ramadhan tiba. (Bersambung)

Ustadz Hilal Abu Naufal Al Makassary Hafizhahullah
(Pengasuh Pondok Pesantren Darul Furqon Palopo)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )