
Adab-Adab Puasa
Ketahuilah bahwa puasa itu memiliki banyak adab, dimana puasa itu tidak akan sempurna kecuali dengan menegakkan adab-adab tersebut. Dan ada-adab tersebut terbagi dua, yaitu adab yang bersifat wajib dan adab yang bersifat mustahab (sunnah).
Di antara adab yang wajib adalah:
1. Menegakkan shalat lima waktu, dengan menjaganya, menegakkan rukun-rukunnya, wajib-wajibnya, syarat-syaratnya dan menegakkan pada waktunya dengan berjamaah di Masjid.
2. Orang yang berpuasa hendaknya menjauhi segala yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Seperti menjauhi dusta (mengabarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan). Terlebih berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.
3. Orang yang berpuasa hendaknya menjauhi ghibah, yaitu mengatakan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaranya manakala ia tidak ada di hadapannya. Baik yang terkait dengan sifatnya seperti pincang, buta dan lain sebagainya, atau yang terkait dengan prilakunya, seperti dungu, bodoh, fasik dan lainnya.
4. Orang yang berpuasa hendaknya menjauhi namimah (mengadu domba), mengutip perkataan seseorang kepada orang lain untuk merusak hubungan keduanya. Dan ini termasuk dosa besar.
5. Orang yang berpuasa hendaknya menjauhi al-ghisy (menipu) pada setiap muamalah, baik dalam jual beli, sewa-menyewa, produksi, gadai, dan lain sebagainya.
6. Seorang yang berpuasa hendaknya menjauhi musik dan alat-alat permainan dan hiburan, seperti gitar, biola, piano dan sebagainya. Semua ini termasuk haram. Dan keharamannya semakin bertambah jika diiringi dengan nyanyian yang melantunkan suara merdu dan nyanyian yang menimbulkan ransangan.
(Diringkas dari Kitab Majaalis Syahr Ramadhan Oleh Syeikh Utsaimin rahimahullah).
_________________
Ustadz Anshari, S. Th. I, MA hafizhahullah
(Pembina Pusat Dakwah dan Kajian Sunnah Gowa)

