
Dua Kalimat Syahadat
Dua kalimat syahadat adalah pengakuan hati dan lisan bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Atau ucapan ( أَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ).
Syahadat Harus Dengan Ilmu
Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin -Rahimahullah- mengatakan ; “Syahadat tidak dikatakan sebagai syahadat atau persaksian kecuali persaksian tersebut berdasar pada ilmu yang ia telah ketahui sebelumnya. Allah -Subhanahu Wa Ta’ala- berfirman,
إِلاَّ مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
“Kecuali orang yang mempersaksikan kebenaran (kalimat La Ilaha Illallah) dalam kondisi mereka mengilmuinya” (Surah Az Zukhruf: 86)
Ilmu yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah ilmu yang dipelajari ataupun ilmu yang ada sejak lahir. Pengetahuan bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah adalah ilmu yang ada sejak lahir.
Sebagaimana Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
كُـلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci (mengenal Islam –Pent-)” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Namun terkadang ilmu tentang La ilaha Illallah juga didapatkan dengan mempelajarinya dengan cara mentadabburi ayat-ayat Allah dan memikirkannya” (Al Qaulul Mufid ‘Ala Kitabit Tauhid: 1/63)
Jadi tidak ada syahadat kecuali dengan ilmu tentang apa yang dipersaksikan. Seorang yang mempersaksikan tentang “La Ilaha Illallah” berarti di harus mengetahui dan mengilmui tentang Allah bahwa hanya Dia yang berhak disembah.
Dalil Syahadat La Ilaha Illallah
Setiap rukun dari rukun-rukun Islam ada dalilnya. Dan syahadat La Ilaha Illallah adalah salah satu dari rukun Islam yang juga memiliki dalil. Setiap muslim wajib mempersaksikan dengan hati dan ucapannya bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Allah -‘Azza Wa Jalla- berfirman,
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Allah mempersaksikan bahwasanya tidak ada Sesembahan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Sesembahan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Ali Imran: 18)
Allah bersaksi maknanya Allah menetapkan, memberitahu, mengabarkan, atau mengharuskan hamba-hambaNya untuk mempersaksikan bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. (Syarh al Ushul Ats Tsalatsah Karya Syeikh al fauzan: 163)
Adapun persaksaksian malaikat dan orang-orang yang berilmu adalah persaksian yang jujur dan benar karena mereka adalah makhluk Allah yang telah diberi ilmu dan pengenalan tentang Allah -Subhanahu Wa Ta’ala-. Persaksian Allah, para malaikat, dan orang-orang yang berilmu adalah persaksian yang paling adil dan jujur yang di dalamnya tidak ada kedustaan sedikitpun. Maka semua manusia harus mengakui persaksian mereka bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.
________________
Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
(Pembina Madrosah Sunnah Makassar)

