
Hukum Meremehkan Tauhid
Al-Allamah, As-Syeikh Sholeh bin Abdil Aziz Alu Syeikh -hafidzahullah-,
Pertanyaan :
“Bagaimana pendapat anda tentang orang-orang yang mengatakan :
“Kita telah menyia-nyiakan manusia dengan tauhid”.?
Jawaban :
“Ini keliru, karena tauhid yang menyatukan hati dan barisan kaum muslimin, sehingga mereka menjadi ummat yang satu. Dan kita tidak akan menjadi ummat yang satu kecuali mereka mentauhidkan Allah dengan mengikhlaskan amalan-amalan kita kepada-Nya,
Allah Jalla wa Ala’ berfirman kepada Nabi-Nya :
وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ
“Maka mereka menginginkan supaya kamu (Muhammad) bersikap lembek mereka bersikap lembek (pula kepadamu). [QS. Al-Qolam : 9].
Yakni kaum musyrikin menginginkan, andai engkau meninggalkan tauhid, dan tidak pula mengumumkan berlepas dirimu dari kesyirikan, niscaya mereka lembek dan mencintaimu. Tidak, tauhid itu keharusan, dengan meninggikan dan menampakkannya niscaya akan ridho orang yang ridho dan murka orang murka.”
Sumber Fatwa : http://www.mufti.af.org.sa/sites/default/files/f44.mp3
❪📜❫ السُّــــ☟ـــؤَالُ:
• ما قولكم؛ فيمن يقول: نحن ضيعنا الناس باسم التوحيد
❪📜❫ الجَـــ☟ـــوَابُ:
”… هذا خطأ التوحيد هو الذي يجمع القلوب ويوحد الصف ويجعل الأمة أمة واحدة، لا نكون أمة واحدة إلا إذا كنا موحدين لله مخلصين لله أعمالنا،
•• قال الله جل وعلا لنبيه: ( ودوا لو تدهنوا فيدهنون )، أي ود المشركون لو تتنازل عن التوحيد، ولا تعلن براءتك من الشرك؛ فيداهنوك ويحبوك لا التوحيد لا بد منه، ومن إعلائه وإظهاره يرضى من يرضى، ويسخط من يسخط“.
________________
Ustadz Hilal Abu Naufal Al Makassary Hafizhahullah
(Pengasuh Pondok Pesantren Darul Furqon Palopo)

