
Peran Muslimah Dalam Mendakwahi Saudarinya
Berkata Al-Imam Muqbil ibn Hadi Al-Wadi’i rahimahullah:
Musuh-musuh Islam sungguh sangat semangat dalam menyesatkan wanita dengan berbagai bentuk seruan dusta. Innā Lillāh wa Innā Ilaihi Rājiûn.
Oleh karena itu, kewajiban seorang wanita adalah besar dalam menasehati saudari-saudarinya dan mendakwahi mereka kepada (jalan) Allah, memperingatkan mereka dari para lelaki tukang fitnah (yang menyeru pada seruan dusta) dan yang terfitnah dan para wanita tukang fitnah maupun yang terfitnah.
Semoga ia (wanita muslimah dengan perannya) bisa menutup celah (fitnah) di dalam medan dakwah ini. (Lihat Muqaddimah Al-Imam Al-Wadi’i dalam Kitab Nashihati Linnisa)
Wanita muslimah adalah partner seorang muslim dalam dakwah, yang memiliki kewajiban yang sama untuk berdakwah sesuai dengan kadar ilmunya dan sesuai adab-adab seorang muslimah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.
Allah Subhanah wa Ta’ala berfirman:
{وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ} [آل عمران : 104]
Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan orang yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran:104)
________________
Ustadz Muhammad Abu Muhammad Pattawe Hafizhahullah
(Alumni Darul Hadits Ma’bar, Yaman)

