Tinggalkan Yang Tidak Bermanfaat

Tinggalkan Yang Tidak Bermanfaat

Abu Hurairah radiyallahu anhu berkata, bahwa Rasulullah sallalahu alaihi wasallam bersabda :

من حسن الإسلام المرء تركه مالا يعنيه

“Diantara tanda baiknya islam seseorang, manakala meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya”(Riwayat At Tirmidzy no.2317, Ibnu Majah no.3976, Shohih at Tirmidzy no.2317)

Berkata Ibnu Rajab -rahimahullah-:
Maknanya, bahwa diantara kebaikan islam seseorang, ia meninggalkan semua yang tidak bermanfaat, berupa ucapan dan perbuatan yang haram, mengandung syubhat, dibenci (makruh) dan berlebih-lebihan dalam perkara mubah. Kemudian mencukupkan dirinya dengan ucapan dan perbuatan yang bermanfaat.[1]

Al Mubarakfuri -rahimahullah- menukil dari Al Qori rahimahullah, adapun yang dimaksud “tidak bermanfaat”, adalah apa saja yang tidak penting dan tidak pantas, berupa ucapan, perbuatan, pandangan dan pemikiran. Sejatinya tidak dibutuhkan secara darurat untuk agama dan dunia, tidak juga dibutuhkan untuk memperoleh ridho Allah, dan manusia dapat hidup tanpa adanya hal itu.[2]

Beberapa faedah (pelajaran) dari hadits :

1. Agama islam pengumpul semua kebaikan.
2. Seseorang meninggalkan apa-apa yang tidak penting, dan tidak berkaitan dengan urusan dan kebutuhannya, merupakan tanda baiknya islamnya.
3. Bahwa seseorang yang menyibukkan dirinya dengan apa-apa yang tidak bermanfaat, menunjukkan ada ketidak sempurnaan pada agamanya.
4. Sepatutnyalah seseorang mencari hal-hal yang dapat memperbaiki keislamannya. Dengan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat, karena jika ia sibuk dengan perkara yang tidak penting dan tidak bermanfaat, niscaya itu membuatnya letih tanpa hasil.[3].

Catatan kaki :
[1] Jami’ Al Ulum wal Hikam, hal.121
[2] Tuhfatul Ahwadzy :6/102
[3] Syarh Arba’in, Al-Allamah Ibnu Utsaimin-rahimahullah-:181-182.

________________

Ustadz Hilal Abu Naufal Al Makassary Hafizhahullah
(Pengasuh Pondok Pesantren Darul Furqon Palopo)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )