
Cara Menghilangkan Najis
Seorang muslim sebelum melaksanakan ibadah shalat, maka ia dituntut untuk mensucikan badan, pakaian dan tempatnya dari najis. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala :
وثيابك فطهر.
Artinya:
Dan pakaianmu sucikanlah (QS. Al-Muddatsir, ayat 4).
Syeikh Shalih bin Fauzan menyebutkan bahwa najis yang wajib dihilangkan ada dua bentuknya, yaitu:
- Benda yang ada dipermukaan bumi atau yang berhubungan dengannya, seperti tembok, telaga, batu. Maka ini cukup dengan mengalirkan/menyiram dengan air sekali sehingga menghilangkan najis yang ada. Artinya najis tersebut dihilangkan dengan satu kali siraman. Hal ini berdasarkan perintah Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk menyiram kencing arab badui yang kencing di sudut masjid (HR. al-Bukhari dan Muslim)
- Apabila najis tersebut bukan di atas bumi atau tidak berhubungan dengannya, maka apabila najisnya dari anjing atau babi dan semua keturunannya, maka mensucikannya dengan mencuci tujuh kali dan salah satunya menggunakan tanah. (Berdasarkan hadis Muslim). Dan apabila bukan dari anjing atau babi, seperti kencing, kotoran, darah dan semacamnya, maka dicuci dengan air, digosok, diperas hingga hilang, tidak tertingal warna dan baunya. (Al-Mulakhkhash al-Fiqhiy, h. 75-76).
wallahu a’lam
________________
Ustadz Anshari, S. Th. I, MA hafizhahullah
(Pembina Pusat Dakwah dan Kajian Sunnah Gowa)
CATEGORIES Fikih

