
Anjuran Dan Hikmah Puasa Sya’ban
Telah berlalu penjelasan tentang disyariatkannya memperbanyak puasa dibulan sya’ban, dan hukumnya mustahab (sunnah). Namun kita jangan meremehkan amalan tersebut, hanya karena hukumnya adalah sunnah, setidaknya ada 3 (tiga) alasan mengapa kita sangat dianjurkan dan tidak melalaikannya, sebagaimana yang diterangkan oleh Fadhilatus Syeikh, DR. Sulaiman Ar-Ruhaili -hafizahullah-, beliau berkata :
“Puasa dibulan sya’ban sangat dianjurkan karena 3 (tiga) hal :
1. Karena sya’ban adalah bulan yang (sering) terlalaikan. Hal itu karena terletak antara bulan rajab dengan ramadhan, sementara ibadah yang dikerjakan pada waktu & tempat yang dilalaikan keutamaannya besar.
2. Karena amalan-amalan hamba diangkat pada bulan sya’ban. Dan termasuk sunnah serta kebaikan bagi seorang hamba, adalah ketika amalannya diangkat kepada Rabb-nya, dan dia dalam keadaan berpuasa.
3. Karena hal itu merupakan amalan Nabi shallalahu alaihi wasallam, beliau (lebih banyak berpuasa) dibulan sya’ban, dan itu tidak beliau lakukan dibulan selainnya.[1]
Adapun hikmah berpuasa dibulan sya’ban, diterangkan oleh Asy-Syeikh Al-Allamah Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin -rahimahulloh-, beliau berkata :
“Sebahagian ulama menyebutkan, bahwa perumpamaan puasa sya’ban bagaikan -sunnat rawatib- nya puasa ramadhan (seperti sholat wajib yang diiringi dengan rawatib), puasa ini seolah-olah -muqoddimah- untuk puasa ramadhan. Selain itu, puasa sya’ban juga mendidik dan melatih diri untuk lebih siap menghadapi puasa ramadhan”.[2]
Maka, sekali lagi jangan meremehkan & melalaikan puasa ini, mari mengisi setiap detik dari umur kita dengan ibadah yang merupakan bekal tatkala menghadap kepada Allah Ta’ala kelak.
Allohu A’lam
Maraji’ :
[1] Faedah dari dars Kitab “Dalilut Tholib”, Tgl 01 Sya’ban 1438H (Dikutip melalui chanel : https://goo.gl/ABwf0c)
[2] Diringkas dari Fataawa Arkanil Islam, hal. 491.
___________
Ustadz Hilal Abu Naufal Al Makassary Hafizhahullah
(Pengasuh Pondok Pesantren Darul Furqon Palopo)

