Apa Persiapanmu Dalam Menyambut Bulan Ramadhan ?

Apa Persiapanmu Dalam Menyambut Bulan Ramadhan ?

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat agung dan mulia. Pada bulan tersebut, Al-Qur’an diturunkan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu. Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala (ikhlas karena Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya. Dan berbagai keutamaan lainnya.

Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya dia membekali dan mempersiapkan dirinya sebelum memasuki bulan yang penuh kemuliaan tersebut, agar dia mampu menjalankan ibadah dengan baik sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Di antara hal yang hendaknya dipersiapkan oleh seorang hamba adalah sebagai berikut:

1. Memperbanyak Berpuasa di Bulan Sya’ban.

Memperbanyak berpuasa di bulan Sya’ban merupakan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Hal ini berdasarkan Hadits dari Usamah bin Zaid radhiallahu anhu, beliau berkata:

وَلَمۡ أَرَكَ تَصُوۡمُ مِنَ الشُّهُوۡرِ مَا تَصُوۡمُ مِنۡ شَعۡبَانَ؟ قََالَ: ذَاكَ شَهۡرٌ يَغۡفُلُ النَّاسُ عَنۡهُ بَيۡنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهۡرٌ يُرۡفَعُ فِيۡهِ الۡأَعۡمَالُ إلَی رَبِّ الۡعَالَمِيۡنَ, فَأُحِبُّ أنۡ يُرۡفَعَ عَمَلِي وَأنَا صَاءمٌ.

Artinya:
“Aku tidak pernah melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan yang lainnya sebanyak engkau berpuasa pada bulan Sya’ban. Beliau bersabda: ‘Itu adalah bulan yang sering dilalaikan manusia antara Rajab dengan Ramadhan, yang merupakan bulan di mana amalan-amalan diangkat kepada Allah Rabb semesta alam, maka aku suka jika amalanku diangkat sementara aku dalam keadaan berpuasa”. (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).

Dan juga dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim, dari Aisyah radhiallahu anha beliau berkata:

مَا رَأيۡتُ رَسُوۡلَ اللهِ صَلَّی اللهُ عَلَيۡهِ وَسَلَّمَ اسۡتَكۡمَلَ صِيَامَ شَهۡرٍ قَطُّ إلاَّ رَمَضَانَ, وَمَا رَأَيۡتُهُ فِي شَهۡرٍ أكۡثَرَ صِيَامًا مِنۡهُ فِي شَعۡباَنَ.

Artinya:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa dalam satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban”.

Dan beberapa hadits yang lain yang menunjukkan disunnahkannya memperbanyak berpuasa di bulan Sya’ban.

2. Memperbanyak Bertaubat Kepada Allah

Sebagaimana dimaklumi bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang suci, bulan yang agung dan mulia. Maka tidak selayaknya kita memasuki bulan tersebut dengan berlumuran dosa dan maksiat. Karena itu, mari kita sambut bulan Ramadhan dengan bertaubat kepada Allah dengan taubat nashuha. Yaitu taubat yang memenuhi lima syarat:

1) Ikhlas.
2) Meninggalkan perbuatan maksiatnya.
3) Menyesali perbuatannya.
4) Bertekad untuk tidak mengulanginya, dan
5) Masih ada waktu untuk bertaubat.

Dan apabila dosa tersebut terkait dengan hak hamba, maka kita meminta maaf kepadanya dan meminta kehalalannya.

3. Mempelajari Hukum-Hukum Seputar Ramadhan.

Di antara bekal memasuki bulan Ramadhan adalah, kita mempelajari hukum-hukum seputar Ramadhan, seperti cara menentukan awal Ramadhan, memahami dalil-dalil tentang kewajiban puasa Ramadhan, hal-hal yang merupakan pembatal puasa, atau perkara yang makruh dan perkara yang mubah (boleh) dilakukan oleh orang yang berpuasa, hukum-hukum seputar shalat tarwih, zakat fitri, hari raya dan lain sebagainya.

Maka semua hal ini hendaknya kita pelajari dan kita tanyakan kepada orang-orang memahami agama dengan baik.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Maka bertanyalah kepada ahlu dzikr jika kamu tidak mengetahui”. (QS. An-Nahl ayat 43).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنۡ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيۡرًا يُفَقِّهُ فِي الدِّيۡنِ.

Artinya:
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan, maka Dia akan pahamkan perkara agama”.

4. Memperbanyak Berdo’a Kepada Allah

Yaitu berdo’a agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan diberi kesehatan, hidayah dan taufik agar dapat menjalankan ibadah dengan baik di bulan Ramadhan. Sebab banyak juga manusia yang berjumpa dengan bulan Ramadhan, tapi qaddarallah dia sakit sehingga tidak mampu menjalankan ibadah puasa. Atau dia berjumpa dengan bulan tersebut, tetapi dia dilalaikan dengan urusan dunia, diperdaya oleh setan sehingga tidak mampu menjalankan ibadah dan tidak dapat mendulang pahala dan kebaikan di bulan Ramadhan.

Dahulu para as-salaf senantiasa menggunakan enam bulan sebelum Ramadhan untuk berdo’a agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan, dan menggunakan enam bulan setelahnya untuk berdo’a agar Allah menerima amalan-amalannya.

5. Menjauhi Perkara-Perkara Bid’ah

Banyak di kalangan kaum muslimin yang tidak luput dari perbuatan-perbuatan bid’ah dan maksiat sebelum memasuki bulan Ramadhan. Di antaranya adalah mengkhususkan ziarah kubur sebelum memasuki bulan Ramadhan, padahal ziarah kubur dapat dilakukan kapan saja.

Wallahu a’lam

______________________

Ustadz Anshari, S. Th. I, MA hafizhahullah
(Pembina Pusat Dakwah dan Kajian Sunnah Gowa)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )