
Cara Untuk Memahami Al-Qur’An
Al-Allamah Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rahimahullah menuturkan :
«من طهر قلبه من المعاصي كان أفهم للقرآن ، وأن من تنجس قلبه بالمعاصي كان أبعد فهما عن القرآن ، لأنه إذا كانت الصحف التي في أيدي الملائكة لم يمكن الله من مسها إلا هؤلاء المطهرين فكذلك معاني القرآن ».
“Barangsiapa yang hatinya bersih dari berbagai maksiat, niscaya dia akan lebih paham akan al-Qur’an.
Dan barangsiapa yang menodai hatinya dengan berbagai maksiat, niscaya akan semakin jauh dari memahami al-Qur’an.
Hal itu karena, apabila lembaran-lembaran yang ada di tangan para malaikat saja, Allah tidak memberikan kesempatan untuk menyentuhnya kecuali mereka dalam keadaan suci, maka demikian pula makna-makna (kandungan) Al-Qur’an.” (Al-Qoulul Mufid ‘Ala Kitabit Tauhid : 2/37)
________________
Ustadz Hilal Abu Naufal Al Makassary Hafizhahullah
(Pengasuh Pondok Pesantren Darul Furqon Palopo)
CATEGORIES Al-Qur’an

