Hukum Shalat Sunnah Apabila Iqamah Sudah Dikumandangkan

Hukum Shalat Sunnah Apabila Iqamah Sudah Dikumandangkan

Apabila muadzin mulai menegakkan iqamah untuk shalat fardhu, maka tidak boleh seseorang memulai shalat sunnah, sehingga dia sibuk dengan shalat sunnah yang dilakukan sendiri dan meninggalkan shalat wajib yang dilakukan oleh jamaah.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

إذَا أُقِيْمَتِ الصَّلاَةُ فَلاَ صَلاَةَ إلاَّ الْمَكْتُوْبَةُ.

“Apabila shalat telah diiqamah, maka tidak ada shalat kecuali shalat fardhu”. (Riwayat Muslim).

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah melihat seorang laki-laki shalat, padahal muadzin telah mengumandangkan iqamah untuk shalat subuh, maka Beliau bersabda kepadanya:

أتُصَلِّي الصُّبْحَ أرْبَعًا.

“Apakah kamu shalat subuh empat rakaat”. (Riwayat Muslim).

Adapun apabila muadzin mulai iqamah setelah orang yang shalat sunnah telah memulai shalatnya, maka hendaknya ia menyempurnakan dengan ringan agar bisa mendapatkan keutamaan takbiratul ihram dan segera masuk dalam shalat fardhu.

Sebagian ulama berpendapat bahwa apabila orang yang shalat sunnah berada pada rakaat pertama, maka hendaklah ia memutuskan shalatnya, dan apabila dia berada pada rakaat kedua, maka hendaklah dia menyempurnakannya secara ringan dan segera masuk ke dalam jamaah.

(Al-Fiqhul Muyassar, h. 94-95).

________________

Ustadz Anshari, S. Th. I, MA hafizhahullah
(Pembina Pusat Dakwah dan Kajian Sunnah Gowa)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )