
Menyalakan Lampu Khusus Di Depan Rumah Pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan Sebagai Harapan Agar Mendapatkan Lailatul Qadr
Jika telah memasuki 10 hari terakhir Ramadhan maka kita mulai melihat di sebagian rumah-rumah kaum muslimin terpasang lampu khusus yang menerangi depan rumahnya. Biasanya menggunakan lampu minyak, dan sebagian mereka pun menggunakan lampu listrik. Sebagian mereka ketika menyalakan lampu harus membaca surah Al-Qadr. Bahkan sebagian mereka menamakan lampu ini dengan nama “lampu lailatul-Qadr”.
Perbuatan ini mereka lakukan tentunya adalah sebagai harapan mereka mendapatkan lailatul-Qadr dan para malaikat senang mendatangi rumah mereka. Sungguh ini adalah perbuatan dan anggapan yang tidak memiliki dasar dalam agama.
Petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah menghidupkan malam 10 hari terakkhir dengan berbagai ibadah dan ketaatan.
Istri beliau Aisyah radhiyallahu anha bertutur:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila memasuki sepuluh terakhir (Ramadhan) beliau mengencangkan sarungnya (menjauhi istri-istrinya), menghidupkan malamnya dengan (beribadah), dan membangunkan keluarga beliau (untuk melakukan ibadah)”. (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Berkata Al-Imam An-Nawawi rahimahullah:
ﻓﻔﻰ ﻫﺬا اﻟﺤﺪﻳﺚ ﺃﻧﻪ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳﺰاﺩ ﻣﻦ اﻟﻌﺒﺎﺩاﺕ ﻓﻲ اﻟﻌﺸﺮ اﻷﻭاﺧﺮ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻭاﺳﺘﺤﺒﺎﺏ اﺣﻴﺎء ﻟﻴﺎﻟﻴﻪ ﺑﺎﻟﻌﺒﺎﺩاﺕ
“Dalam hadits ini terdapat faedah disunnahkannya menambah ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan, dan disunnahkannya menghidupkan malam-malamnya dengan berbagai ibadah.” (Syarh Shahih Muslim:8/71)
Oleh karena itu, barangsiapa yang ingin mendapatkan keutamaan lailatul-qadr maka hendaklah dia semangat menghidupkan malam-malam 10 hari terakhir Ramadhan dengan berbagai ibadah berupa shalat tarawih, tahajjud, dzikir, membaca Al-Quran, berdoa, beristighfar, bersedekah, dan selainnya dari ibadah dan ketaatan.
وبالله التوفيق.
___________
Ustadz Muhammad Abu Muhammad Pattawe Hafizhahullah
(Alumni Darul Hadits Ma’bar, Yaman)

