Perbuatan Curang

Perbuatan Curang

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang” [QS. Al-Muthoffifin :1].

Al-Allamah, Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin -rahimahullah- menjelaskan :

فكل من طلب حقه كاملا ممن هو عليه ومنع الحق الذي علبه فإنه داخل في الآية الكريمة، فمثلا الزوج يريد من زوجته أن تعطيه حقه كاملا ولا يتهاون في شيء من حقه، لكنه عند أداء حقها يتهاون ولا يعطيها الذي لها

“Maka setiap orang yang menuntut haknya dipenuhi dengan sempurna, dan tidak menunaikan kewajibannya, semua itu termasuk (yang diancam) didalam ayat yang mulia ini. Misalnya seorang suami yang menginginkan dari istrinya, agar ditunaikan haknya dengan sempurna, dan tidak meremehkan sedikitpun dari haknya sebagai suami, namun dia didalam menunaikan hak istrinya, berlaku remeh dan tidak menunaikan hak istrinya.” [Tafsir Juz Amma, hal 93-94].

Beliau juga menuturkan :

“حتّى الموظف إذا كان يريد أن يُعْطَى راتبه كاملاً؛ لكنه يتأخر في الحضور
أو يتقدم في الخروج؛

فإنه من المطففين الذي توعدهم الله بالويل”.

“Ini juga berlaku untuk pegawai yang ingin gajinya diterima penuh (tanpa dikurangi), namun terlambat masuk kerja atau lebih cepat pulang, maka termasuk dari orang-orang yang berlaku curang, yang mereka diancam dengan “wail” (kecelakaan atau neraka)”. [Syarhu Riyadhis Sholihin : 5/403]

________________

Ustadz Hilal Abu Naufal Al Makassary Hafizhahullah
(Pengasuh Pondok Pesantren Darul Furqon Palopo)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )