
Kerinduan Orang-Orang Yang Baik Kepada Tempat Yang Baik
Surga … ia adalah harapan yang tertinggi, yang senantiasa diusahakan untuk diraih oleh kaum mukminin di sepanjang masa.
Surga … dia adalah yang menjadi penggerak hati-hati para salafus sholeh untuk mencontohkan kepahlawanan dan paling tingginya pengorbanan.
Surga … dia adalah puncak kemuliaan yang selalu diamati oleh mata-mata yang penuh kasih sayang. Dan membuat jiwa-jiwa yang merindukannya menjadi tidak sabar pada setiap zaman dan tempat. Mereka rela menghadapi segala mara bahaya hanya untuk mendapatkannya.
Ia adalah harapan yang paling agung di sisi seorang mukmin, masuk dan tinggal di dalamnya merupakan angan-angan yang selalu membayang-bayangi sepanjang hidupnya.
Oh … alangkah banyaknya, surga membuat seseorang bersegera dalam kebaikan dan kebenaran, walau jalannya dipenuhi mara bahaya, kesusahan, onak dan duri, bahkan walaupun ditebus dengan kematian.
Sungguh, Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah meninggalkan umatnya di atas agama yang putih nan bersih dan menunjukkan kepada umatnya jalan-jalan menuju ke surga-Nya. Maka barangsiapa yang menginginkannya hendaknya menempuh jalan tersebut bukan hanya berangan-angan kosong.
Berkata seorang penyair,
تَرْجُو النَّجَاةَ وَلَمْ تَسْلُكْ مَسَالِكَهَا إِنَّ السَّفِيْنَةَ لاَ تَجْرِي عَلىَ الْيَبَسِ
Engkau mengharapkan keselamatan namun tidak menempuh jalan-jalannya
Sesungguhnya kapal tidak akan berlayar di atas daratan
Sumber: [Al-Jannatu Na’imuha wat Turuqiy Ilaiha (hal. 13)]
___________
Ustadz Abu Dawud Ilham Al Atsary hafizhahulloh @madrosahsunnah

